banner 728x250

Biaya Transport Hambat Distribusi Bantuan Beras Murah di Kabupaten Teluk Bintuni

Kepala Kampung Merdey, Adrianus Ogoney . Sumber Foto: mediaprorakyat.
banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM– GPM (Gerakan Pangan Murah) diharapkan dapat membantu masyarakat dalam kebutuhan pangan beras murah. Niat baik pemerintah ini ternyata tidak berjalan mulus. Dalam proses distribusi beras murah ini mengalami kendala transportasi. Hal ini jelas menghambat proses distribusi GPM tersebut. Hal ini dikeluhkan oleh Kepala Kampung Merdey, Adrianus Ogoney atau yang akrab disapa Argo.

Argo mengatakan, bahwa meskipun bantuan beras pertama kali diterima dengan baik, biaya transportasi dari gudang penampungan di Kampung Lama/RRI ke kampung penerima bantuan menjadi kendala utama.

banner 325x300

“Siapa yang bertanggungjawab atas biaya transportasi ini, apakah kepala kampung, kepala distrik, atau dinas terkait? Karena sebagai  sebagai kepala kampung saya merasa bertanggung jawab untuk memastikan bantuan tersebut sampai ke masyarakat,” kata Argo kepada wartawan, Sabtu (16/3/2024).

“(Saya) terpaksa menggunakan dana pribadi. Untuk mengangkut 50 zak beras berukuran 10 Kg kepada warga agar bantuan tersebut tidak terbengkalai di gudang,” Argo mengeluhkan.

BACA JUGA : Seluruh Kepala Daerah Dihimbau, Percepat Regulasi THR dan Gaji ke-13

Selain itu, Argo juga menyoroti bahwa di wilayah Moskona, biaya transportasi lebih tinggi, mencapai angka dua juta hingga lima juta bahkan enam juta rupiah. Dijelaskan, bahwa masyarakat sering mendengar adanya bantuan, namun seringkali hanya sebatas informasi tanpa bantuan yang benar-benar sampai.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Teluk Bintuni, Markus Sefire, mengonfirmasi bahwa bantuan beras yang diperuntukkan bagi masyarakat di distrik Definitif dan kampung definitif adalah bagian dari program Gerakan Pangan Murah.

Namun, distribusi bantuan oleh PT. YASA, distributor resmi, belum optimal sesuai prosedur, dengan bantuan yang masih tertumpuk di gudang.

“Prosedur seharusnya bantuan tersebut didistribusikan langsung ke distrik-distrik yang dituju, bukan ditumpuk di gudang. Dan, PT. YASA sebagai distributor memiliki tanggung jawab untuk memastikan bantuan tersebut sampai ke tujuan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

“Sebagai Kepala Kampung, saya berharap agar pemerintah daerah dapat mengantar bantuan langsung ke masyarakat atau ke distrik yang dituju, untuk mengurangi beban biaya transportasi yang menjadi kendala utama dalam distribusi bantuan pangan di Kabupaten Teluk Bintuni,” tutup Adrianus Ogoney dikutip mediaprorakyat.com. **

Editor : tim redaksi.

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *