banner 728x250

Berdayakan UMKM dan Sambut Lebaran Idul Fitri, PIA DPR Gelar Bazar di Kompleks Parlemen

banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM (JAKARTA)-Berdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Persaudaraan Istri Anggota (DPR) RI menggelar Bazar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H,di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta.

Adapun kegiatan tersebut dibuka nlangsung oleh Ketua DPR Dr.(H.C) Puan Maharani pada Selasa,19 April 2022. Bazar ini berlangsung selama 3 hari hingga 21 April besok.

banner 325x300

Bazar melibatkan 114 peserta (stand) dengan berbagai produk hasil karya anak bangsa. Mulai dari kebutuhan 9 bahan pokok, busana muslim, produk-produk industri kreatif berupa kain tenun dari berbagai daerah se Indonesia.

Salah satu Stand di Bzar PIA DPR 2022, Ibu Yani sedang melayani calon pembeli kain tenun asal NTT (Foto: Dominikus Lewuk)

Pantaun sinergisatu.com di lokasi, salah satu stand asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ikut mempromosikan hasil tenunan asal provinsi Kepulauan tersebut.

Tampak sejumlah motif kain tenun semisal motof Maumere (Sikka), motof Sumba, Manggarai, Ngekeo, Alor, Timor, Rote,Sabu,dan lainnya. Adapun prodak lainnya berupa kopia,dompet,dan baju dari segala motip.

“Pak,ajak teman-teman belanja dong. Mumpung lagi ada,” pinta Ibu Yani Kolihap, salah satu peserta Bazar yang juga ikut buka stand dengan produk-produk kain tenun motip NTT saat ditemui wartawan media ini di stand miliknya tersebut.

Untuk bisa ikut buka stand bazar hasil tenunan NTT di Kompleks Parlemen ini, Istri dari Pak Kolihap asal Kabupaten Alor,NTT ini mengaku dagangannya masih sepi dari pembeli.

“Ya, ini dari kemarin Selasa,sampai hari ini sih lumayan ya. Meski masih sepi tapi Alhamdulilah ada yang pesan,” kisah Ibu Yani sembari memasang kancing pada sehelai kain yang sudah dipesan calon pembelinya.

Lanjut perempuan asal Betawi ini, pihaknya berharap produk-produk ekonomi kreatif asal NTT bisa maju dan bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

“Kita sangat berharap, pandemi cepat berlalu sehingga aktivitas ekonomi bisa kembali normal,” ungkap Ibu Yani,berharap.

Adapun kata Ibu Yani, harag kain tenun asal NTT yang ditawarkan kepada calon peminat sangat bervariatif.
Ia merinci, tenunan motip Sumba dibanrolkan sebesar Rp 2 juta per lembar,tergantung ukuran dan motip khas daerah sandel wood tersebut. Selain itu kain tenunan asal Nagekeo dan Manggarai dan lainnya pun tidak kala menarik dari harga yang dijual.

“Iya, harga yang kita tawarkan ini termasuk murah, dari mulai Rp 500.000 hingga R 2 jutaan,” ujarnya.
Bu Yani pun berharap, pada hari terakhir bazar dagangannya bisa laku agar bisa menutup biaya operasional paling tidak untuk bayar Stand, karena harga stand sebesar Rp 500.000/hari.

** Timred.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *