banner 728x250

Alasan Kesehatan, PN Tipikor Tunda Penahanan Lukas Enembe Hingga 2 Pekan Mendatang

Emanuel Hergianto,SH.MH,Tim Kuasa Hukum & Advokasi Lukas Enembe (Dok/Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengabulkan permohonan “pembantaran” penahanan Gubernur Papua nonaktif , Lukas Enembe (LE). Hakim memutuskan penahanan Lukas dibantarkan selama dua pekan.

“Penahanan terdakwa harus dibantarkan terhitung mulai 26 Juni 2023 sampai 9 Juli 2023,” kata Ketua Majelis Hakim Rianto Adam Pontoh di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/6/2023).

banner 325x300

Adapun, pertimbangan hakim berdasarkan surat permohonan dari tim penasihat hukum Lukas Enembe serta hasil pemeriksaan laboratorium RSPAD. Demi kemanusian dan menjamin persidangan, maka hakim memutuskan mengabulkan permohonan pembantaran penahanan Lukas Enembe.

“Permohonan dari terdakwa Lukas mengenai kesehatan saudara tersebut dihubungkan laboratorium RSPAD Gatot Soebroto atas nama pasien Lukas cukup beralasan untuk dikabulkan,” tegas Ketua Majelis Hakim Rianto Adam Pontoh.

Selanjutnya, Hakim memerintahkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan perkembangan kondisi Kesehatan Lukas selama menjalani pembantaran penahanan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto,Jakarta Pusat.

“Dibantarkan di RSPAD Gatot Soebroto. Dokter yang ditunjuk terdakwa dan keluarga adalah Dokter Terawan,” kata Hakim Rianto.

Luka Enembe (Istimewa)

“Sebagaimana diketahui bahwa majelis hakim telah menolak esepsi atau keberatan dari kami tim hukum Bapak Lukas Enembe dan oleh karena itu sidang harus dilanjutkan.

Namun, ini luar biasa, majelis hakim mengakui alasan permohonan kami (tim hukum) dan oleh karena itu sidang harus dilanjutkan ke pokok perkara,” kata Emanuel kepada wartawan usai sidang,Senin (26/6/2023).

“Tapi kemudian, secara luar biasa,Majelis Hakim mengabulkan permohonan kami,selaku kuasa hukum , untuk melakukan pembantaran demi perawatan kesehatan pak Lukas mulai hari ini 26 Juni hingga 9 Juli 2023, untuk menjalankan Perawatan di RS. RSAPD Gatot Sobroto,Jakarta Pusat,” ujar Eman.

Dia menjelaskan, dokter yang akan merawat ditunjuk langsung oleh Pak Lukas Enembe,yakni Dokter Terawan. Mudah-mudahan beliau dapat menjalani perawatan itu dengan baik, sehingga bisa pulih dan melanjutkan proses sidang selanjutnya terhadap kasus yang didugakan.

“Biarkanlah dokter Terawan dengan berbagai upayanya dapat merawat pak Lukas dengan baik,” tegasnya.

Disinggung kelanjutan gelar perkara ini, Eman mengatakan bahwa sidang selanjutnya akan berdasarkan saksi dan bukti.

“Ya sidang selanjutnya akan berdasarkan saksi dan bukti. Karena sidang ini cukup berat, maka semua pihak yang terlibat dalam persidangan harus benar-benar siap,” tutupnya. **
Editor : Dese Lewuk

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *