banner 728x250

Advokat Stefanus Roy Rening Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Dr. Stefanus Roy Rening,S.H.,M.H ,dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Rabu 7 Frebuari 2024 (Foto: Dese Dominikus Lewuk)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, SINERGISATU.COM-Advokat senior Dr.Stefanus Roy Rening,S.H.,M.H,yang juga pengacara mantan gubernur Papua mendiang Lukas Enembe, divonis pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan serta denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Adapun, vonis dibacakan oleh Hakim Ketua Rianto Adam Pontoh dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

banner 325x300

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan dan denda sejumlah Rp150 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” kata Pontoh.

Lanjutnya, bahwa terdakwa Stefanus Roy Rening dinyatakan terbukti merintangi penyidikan terhadap Lukas Enembe yang ketika itu terjerat kasus suap dan gratifikasi.

“Menyatakan terdakwa Stefanus Roy Rening telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana merintangi penyidikan korupsi sebagaimana dalam dakwaan tunggal penuntut umum,” ujar hakim Pontoh.

Salah seorang Sahabat Advokat Senior Dr.Stefanus Roy Rening S.H,M.H, memberi semangat untuk seniornya. (Dese Dominikus Lewuk)

Untuk diketahui, vonis hakim tersebut lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (17/1/2024) yakni pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp150 juta subsider 4 bulan kurungan pengganti.

Pada sidang hari ini,Rabu (7/3/2024), Majelis Hakim PN Jakarta Pusat mempertimbangkan hal memberatkan bahwa perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan dan birokrasi negara yang bersih serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Alasan lainnya, terdakwa Stefanus Roy Rening juga dinilai hakim tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit selama di persidangan.

“Keadaan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa memiliki tanggungan keluarga, terdakwa berlaku sopan selama persidangan,” ujar hakim anggota Dennie Arsan Fatrika saat membacakan putusan.

Dr.Stefanus Roy Rening,SH.MH, menyalami keluarga dan sahabat-sahabatnya usai sidang di PN Jakarta Pusat,Rabu 7 Frebuari 2024 (Desse Dominikus Lewuk)

Sementara itu, atas vonis tersebut, terdakwa Stefanus Roy Rening memutuskan akan pikir-pikir terlebih dahulu untuk menyatakan banding atau tidak.

“Saya sudah mendengar putusan. Sikap saya adalah akan pikir-pikir sambil menunggu (dan) mempelajari (putusan). Saya mohon agar putusan cepat kami bisa baca, sehingga kami bisa punya tenggang waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap,” ujar advokat senior Stefanus Roy Rening.

Untuk diketahui, pria kelahiran Makasar 1968 itu didakwa telah dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan KPK terhadap mantan gubernur Papua Lukas Enembe.

Menurut hakim, seorang advokat seharusnya beritikad baik dalam menjalankan tugas dan profesinya demi tegaknya keadilan berdasarkan hukum untuk membela kliennya. Majelis haklim juga menilai dakwaan tersebut telah terbukti di persidangan.

Stefanus Roy Rening bersama Istri dan Putrinya (Dese Dominikus Lewuk)

“Terdakwa sebagai seorang advokat dalam membela kliennya, dalam hal ini Lukas Enembe, telah beritikad tidak baik dengan cara-cara yang melanggar hukum dan kode etik advokat Indonesia,” kata hakim ad hoc tipikor Ali Muhtarom selaku hakim anggota saat membacakan dakwaan.

Persidangan Stefanus Roy Rening dihadiri oleh keluarga baik itu Istri,dan anak-anak, adik-adiknya, sahabat-sahabat, bahkan sesama Advokat,seperti Piter Paskalis, Ketua Yayasan Kasiomo, Yosep Balawan, Mikael Kleden, Tatis Semba, Elias Nyoman, Caleg DPR RI,dari Partai Buruh, Hans Bulin, Franky Lewang, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Watugong Se-Jabodetabek, serta sejumlah alumni PMKRI lainnya. **

Liputan/Editor : Dese Dominikus Lewuk.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *